Flash drive, siapa sih yang nggak punya?
Versi tahun 2001: “Apa sih itu?”
Versi tahun 2002: “Beli di mana?”
Versi tahun 2003: “Lucu amat bentuknya! Beli di mana?”
Versi tahun 2004: “Gede amat size-nya. Beli di mana?”
Versi tahun 2005: “Kecil amat! Beli di mana?”
Versi tahun 2006: “Hah? Masih ngalungin gituan? Nggak malu?”
Versi tahun 2007: “Pinjem donk buat ngopi. Punyaku dipinjem si anu buat ngopi, trus lupa diambil.”
Versi tahun 2008: “Masih punya gituan?”
Ada sebuah cara agar kita tetap boleh punya flash drive, tetapi produktivitas tak terganggu oleh request dadakan. Caranya? “Ups, sorry, datanya ntar dikirim via mail aja deh. Flash driveku rusak nih.” Tapi tentu kita memerlukan flash drive yang bisa tampak rusak seperti ini:

Waktu kita lagi perlu flash drive? Oh, dirakit aja sendiri. Gampang kok.