Beberapa alasan untuk tidak menggunakan iPhone:
1. Kapasitas. iPod nano saja sudah memiliki kapasitas 8G, 16G, dan sebentar lagi 32G. Tetapi iPhone hanya memiliki 3G. Dan versi barunya pun hanya 3G[S].

2. Menelefon dengan iPhone itu seperti menelefon dengan pesawat telefon kuno, yang harus diputar.

3. Layanan Internet bersifat text-base. Ping misalnya. Jangan-jangan ada Terminal juga.

4. Tidak bisa digunakan mengetik SMS sambil berbaring miring. Layarnya memaksakan diri untuk selalu tegak.
5. Secara default tidak memiliki program spreadsheet. Duh, kalau atasan nan galak itu tiba-tiba menelepon untuk minta dieditin Excelnya, bisa mati mendadak! Masa harus digantikan dengan memamerkan ke si boss bahwa kita bisa mengedit foto?
6. Tidak punya BB PIN. Malu kalau ditanya BB pin oleh teman-teman, dan cuman bilang: “Nggak punya BB.” Terpaksa pakai YM, Twitter. Huh, apaan tuh.
7. Sulit menjawab pertanyaan seperti ini: “Di iPhone-mu kan ada Safari, Tweetie, Facebook, Linkedin, eBuddy, YM, Plurk, WordPress, Tumblr, selain Mail, SMS, dan Phone. Kenapa pesanku nggak ada yang dibalas?”

8. Nggak bisa kembaran sama Boss. Boss-Boss umumnya masuk generasi yang beramai-ramai beli BlackBerry, baik dengan merogoh kocek sendiri atau anggaran negara. Punya HP selain BB menunjukkan bahwa kita berbeda kasta dengan mereka.
Tambahan:
9. Tidak ada ‘MP3 Player’ !! Kita malah disuruh main musik sendiri dengan piano satu oktaf.




